Arte IA: 🎬 Arc Chelsea – “Kalarang Merah” --- 🩸 Bab 1 – Larangan dan Pemberontakan Panel 1 > Visual: Istana faksi Timur, megah dengan langit jingga sore. Narasi: Di bagian utara kerajaan, tiga faksi berdiri — Barat, Pusat, dan Timur. Kamera: Wide shot pemandangan kerajaan. Panel 2 > Visual: Seorang gadis kecil, Chel (6 tahun), memegang pedang kayu dengan ekspresi nakal. Dialog Chel: “Kalau aku diam-diam latihan, Ayah nggak akan tahu, kan?” Tone: Cerah, imut tapi nakal. Panel 3 > Visual: Kamp pelatihan prajurit di malam hari. Chel bersembunyi di balik tenda, memandangi prajurit berlatih. Narasi: Meskipun terlarang, rasa ingin tahunya lebih besar dari rasa takut. Kamera: Low angle dari balik tenda. Panel 4 > Visual: Ayahnya menunggu di depan pintu kamar Chel, ekspresi marah tapi kecewa. Dialog Ayah: “Kau pikir ayahmu tidak tahu, Chel?” Tone: Tegang, pencahayaan remang. Panel 5 > Visual: Chel di tempat tidur, menunduk lesu, menatap tali kain yang diikat di jendela. Dialog Chel (monolog): “Aku benci dikurung…” Kamera: Close-up wajah, cahaya bulan menyorot separuh wajahnya.

Creado por snuggly marshmallow

Detalles del contenido

InformaciĂłn de los medios

InteracciĂłn del usuario

Sobre esta creaciĂłn IA

DescripciĂłn

Solicitar creaciĂłn

Compromiso

snuggly marshmallow

snuggly marshmallow

🎬 Arc Chelsea – “Kalarang Merah”


---

🩸 Bab 1 – Larangan dan Pemberontakan

Panel 1

> Visual: Istana faksi Timur, megah dengan langit jingga sore.
Narasi: Di bagian utara kerajaan, tiga faksi berdiri — Barat, Pusat, dan Timur.
Kamera: Wide shot pemandangan kerajaan.



Panel 2

> Visual: Seorang gadis kecil, Chel (6 tahun), memegang pedang kayu dengan ekspresi nakal.
Dialog Chel: “Kalau aku diam-diam latihan, Ayah nggak akan tahu, kan?”
Tone: Cerah, imut tapi nakal.



Panel 3

> Visual: Kamp pelatihan prajurit di malam hari. Chel bersembunyi di balik tenda, memandangi prajurit berlatih.
Narasi: Meskipun terlarang, rasa ingin tahunya lebih besar dari rasa takut.
Kamera: Low angle dari balik tenda.



Panel 4

> Visual: Ayahnya menunggu di depan pintu kamar Chel, ekspresi marah tapi kecewa.
Dialog Ayah: “Kau pikir ayahmu tidak tahu, Chel?”
Tone: Tegang, pencahayaan remang.



Panel 5

> Visual: Chel di tempat tidur, menunduk lesu, menatap tali kain yang diikat di jendela.
Dialog Chel (monolog): “Aku benci dikurung…”
Kamera: Close-up wajah, cahaya bulan menyorot separuh wajahnya.
—— Fin ——
Descubrir Más historias O empieza Creando el tuyo propio!

🎬 Arc Chelsea – “Kalarang Merah” --- 🩸 Bab 1 – Larangan dan Pemberontakan Panel 1 > Visual: Istana faksi Timur, megah dengan langit jingga sore. Narasi: Di bagian utara kerajaan, tiga faksi berdiri — Barat, Pusat, dan Timur. Kamera: Wide shot pemandangan kerajaan. Panel 2 > Visual: Seorang gadis kecil, Chel (6 tahun), memegang pedang kayu dengan ekspresi nakal. Dialog Chel: “Kalau aku diam-diam latihan, Ayah nggak akan tahu, kan?” Tone: Cerah, imut tapi nakal. Panel 3 > Visual: Kamp pelatihan prajurit di malam hari. Chel bersembunyi di balik tenda, memandangi prajurit berlatih. Narasi: Meskipun terlarang, rasa ingin tahunya lebih besar dari rasa takut. Kamera: Low angle dari balik tenda. Panel 4 > Visual: Ayahnya menunggu di depan pintu kamar Chel, ekspresi marah tapi kecewa. Dialog Ayah: “Kau pikir ayahmu tidak tahu, Chel?” Tone: Tegang, pencahayaan remang. Panel 5 > Visual: Chel di tempat tidur, menunduk lesu, menatap tali kain yang diikat di jendela. Dialog Chel (monolog): “Aku benci dikurung…” Kamera: Close-up wajah, cahaya bulan menyorot separuh wajahnya.

2 months ago

0
    Online