Cómic IA: Sama halnya seperti biasa banyak org meremehkan Bastian karna dia hanya penyihir tingkat lanjut, tapi itu tak membuat nya menoleh sedikit pun sampai akhirnya acara pun dimulai, "Selamat datang dan salam semuanya seperti biasa dihari yg cerah ini kita kedatangan murid murid yg memiliki mimpi dan menjadi harapan bagi dunia ini...." (menutup telinga) memuakkan. Hanya itu kata yg bisa dilontarkan karena sudah pasti banyak yg tersingkir dan direndahkan karna dianggap sebagai aib yg berdiri diwilayah nya saja. Tidak ad bedanya kalian dgn para bajingan zaman dulu, (puk puk) Bastian merasa pundak nya ditepuk lalu menoleh "jgn melamun disini dan hati hati lah!" Sekilas perempuan dgn rambut peraknya dan mata seperti kaca, (dalam hati) "Tidak salah lagi dia......." anak kerajaan Silva putri tertua "Hannah" dia lanjut berkata "Bukan kah ini Bastian anak termuda keluarga Azhura". Sekilas tatapannya berbeda, dia... dia tidak merendahkan atau jijik tetapi penasaran... apa itu kata yg tepat saat ini? Bastian pun buru buru pergi lalu kembali kekamar asramanya lalu merenung kembali "Sebelumnya aku tidak terlalu memperhatikan kan tetapi ada yg ku tau sekarang, putra tertua kerajaan Silva "Lancelot"( 19 ), putri satu satunya kerajaan Sacian bagian Utara "Angelica"( 16 ), kakak pertama dan keduaku( 18 ), putra tunggal kerajaan Galeon bagian Barat "Aldean"( 17 ), lalu putri tertua Silva "Hannah"( 17 ).

Creado por sparkly cloud

Detalles del contenido

Información de los medios

Interacción del usuario

Sobre esta creación IA

Descripción

Solicitar creación

Compromiso

sparkly cloud

sparkly cloud

Sama halnya seperti biasa banyak org meremehkan Bastian karna dia hanya penyihir tingkat lanjut, tapi itu tak membuat nya menoleh sedikit pun sampai akhirnya acara pun dimulai, "Selamat datang dan salam semuanya seperti biasa dihari yg cerah ini kita kedatangan murid murid yg memiliki mimpi dan  menjadi harapan bagi dunia ini...." (menutup telinga) memuakkan. Hanya itu kata yg bisa dilontarkan karena sudah pasti banyak yg tersingkir dan direndahkan karna dianggap sebagai aib yg berdiri diwilayah nya saja. Tidak ad bedanya kalian dgn para bajingan zaman dulu, (puk puk) Bastian merasa pundak nya ditepuk lalu menoleh "jgn melamun disini dan hati hati lah!"   Sekilas perempuan dgn rambut peraknya dan mata seperti kaca, (dalam hati) "Tidak salah lagi dia......." anak kerajaan Silva putri tertua "Hannah" dia lanjut berkata "Bukan kah ini Bastian anak termuda keluarga Azhura". Sekilas tatapannya berbeda, dia... dia tidak merendahkan atau jijik tetapi penasaran... apa itu kata yg tepat saat ini? Bastian pun buru buru pergi lalu kembali kekamar asramanya lalu merenung kembali "Sebelumnya aku tidak terlalu memperhatikan kan tetapi ada yg ku tau sekarang, putra tertua kerajaan Silva "Lancelot"( 19 ), putri satu satunya kerajaan Sacian bagian Utara "Angelica"( 16 ), kakak pertama dan keduaku( 18 ), putra tunggal kerajaan Galeon bagian Barat "Aldean"( 17 ), lalu putri tertua Silva "Hannah"( 17 ).Sama halnya seperti biasa banyak org meremehkan Bastian karna dia hanya penyihir tingkat lanjut, tapi itu tak membuat nya menoleh sedikit pun sampai akhirnya acara pun dimulai, "Selamat datang dan salam semuanya seperti biasa dihari yg cerah ini kita kedatangan murid murid yg memiliki mimpi dan  menjadi harapan bagi dunia ini...." (menutup telinga) memuakkan. Hanya itu kata yg bisa dilontarkan karena sudah pasti banyak yg tersingkir dan direndahkan karna dianggap sebagai aib yg berdiri diwilayah nya saja. Tidak ad bedanya kalian dgn para bajingan zaman dulu, (puk puk) Bastian merasa pundak nya ditepuk lalu menoleh "jgn melamun disini dan hati hati lah!"   Sekilas perempuan dgn rambut peraknya dan mata seperti kaca, (dalam hati) "Tidak salah lagi dia......." anak kerajaan Silva putri tertua "Hannah" dia lanjut berkata "Bukan kah ini Bastian anak termuda keluarga Azhura". Sekilas tatapannya berbeda, dia... dia tidak merendahkan atau jijik tetapi penasaran... apa itu kata yg tepat saat ini? Bastian pun buru buru pergi lalu kembali kekamar asramanya lalu merenung kembali "Sebelumnya aku tidak terlalu memperhatikan kan tetapi ada yg ku tau sekarang, putra tertua kerajaan Silva "Lancelot"( 19 ), putri satu satunya kerajaan Sacian bagian Utara "Angelica"( 16 ), kakak pertama dan keduaku( 18 ), putra tunggal kerajaan Galeon bagian Barat "Aldean"( 17 ), lalu putri tertua Silva "Hannah"( 17 ).Sama halnya seperti biasa banyak org meremehkan Bastian karna dia hanya penyihir tingkat lanjut, tapi itu tak membuat nya menoleh sedikit pun sampai akhirnya acara pun dimulai, "Selamat datang dan salam semuanya seperti biasa dihari yg cerah ini kita kedatangan murid murid yg memiliki mimpi dan  menjadi harapan bagi dunia ini...." (menutup telinga) memuakkan. Hanya itu kata yg bisa dilontarkan karena sudah pasti banyak yg tersingkir dan direndahkan karna dianggap sebagai aib yg berdiri diwilayah nya saja. Tidak ad bedanya kalian dgn para bajingan zaman dulu, (puk puk) Bastian merasa pundak nya ditepuk lalu menoleh "jgn melamun disini dan hati hati lah!"   Sekilas perempuan dgn rambut peraknya dan mata seperti kaca, (dalam hati) "Tidak salah lagi dia......." anak kerajaan Silva putri tertua "Hannah" dia lanjut berkata "Bukan kah ini Bastian anak termuda keluarga Azhura". Sekilas tatapannya berbeda, dia... dia tidak merendahkan atau jijik tetapi penasaran... apa itu kata yg tepat saat ini? Bastian pun buru buru pergi lalu kembali kekamar asramanya lalu merenung kembali "Sebelumnya aku tidak terlalu memperhatikan kan tetapi ada yg ku tau sekarang, putra tertua kerajaan Silva "Lancelot"( 19 ), putri satu satunya kerajaan Sacian bagian Utara "Angelica"( 16 ), kakak pertama dan keduaku( 18 ), putra tunggal kerajaan Galeon bagian Barat "Aldean"( 17 ), lalu putri tertua Silva "Hannah"( 17 ).
—— Fin ——
Descubrir Más historias O empieza Creando el tuyo propio!

Sama halnya seperti biasa banyak org meremehkan Bastian karna dia hanya penyihir tingkat lanjut, tapi itu tak membuat nya menoleh sedikit pun sampai akhirnya acara pun dimulai, "Selamat datang dan salam semuanya seperti biasa dihari yg cerah ini kita kedatangan murid murid yg memiliki mimpi dan menjadi harapan bagi dunia ini...." (menutup telinga) memuakkan. Hanya itu kata yg bisa dilontarkan karena sudah pasti banyak yg tersingkir dan direndahkan karna dianggap sebagai aib yg berdiri diwilayah nya saja. Tidak ad bedanya kalian dgn para bajingan zaman dulu, (puk puk) Bastian merasa pundak nya ditepuk lalu menoleh "jgn melamun disini dan hati hati lah!" Sekilas perempuan dgn rambut peraknya dan mata seperti kaca, (dalam hati) "Tidak salah lagi dia......." anak kerajaan Silva putri tertua "Hannah" dia lanjut berkata "Bukan kah ini Bastian anak termuda keluarga Azhura". Sekilas tatapannya berbeda, dia... dia tidak merendahkan atau jijik tetapi penasaran... apa itu kata yg tepat saat ini? Bastian pun buru buru pergi lalu kembali kekamar asramanya lalu merenung kembali "Sebelumnya aku tidak terlalu memperhatikan kan tetapi ada yg ku tau sekarang, putra tertua kerajaan Silva "Lancelot"( 19 ), putri satu satunya kerajaan Sacian bagian Utara "Angelica"( 16 ), kakak pertama dan keduaku( 18 ), putra tunggal kerajaan Galeon bagian Barat "Aldean"( 17 ), lalu putri tertua Silva "Hannah"( 17 ).

#OC

11 months ago

0
    Online