Art par IA: ribut jadi cinta Panel 1: Levi & Deden lari ke sekolah, kelihatan panik. Levi (terengah-engah): "Deden, cepet! Kita telat lagi!" Deden (noleh ke belakang): "Santai, Levi… eh, tapi jangan nabrak orang lagi ya!" Panel 2: Levi nabrak Maya, buku Maya berserakan. Maya (teriak kaget): "Ah! Apa-apaan ini?!" Panel 3: Karin buru-buru datang membantu Maya berdiri. Karin: "Maya, kamu nggak apa-apa? Santai aja." Maya (masih marah, menatap Levi): "Levi! Kamu seenaknya banget sih!" Panel 4: Levi, panik dan minta maaf. Levi: "Maaf, maaf! Aku nggak sengaja!" Deden (sambil garuk kepala, kikuk): "Ini semua salah aku juga… kan kita lari bareng." Panel 5: Maya masih kesal tapi mulai tenang. Maya: "Huh… kalian benar-benar nggak bisa diandalkan ya." Karin (senyum tipis): "Ya, tapi setidaknya kita semua sampai sekolah… hidup-hidup."

Réalisé par

Détails du contenu

Informations du média

Interaction avec les utilisateurs

À propos de cette œuvre par IA

Description

Invitation à créer

Engagement

avatar

ribut jadi cinta
Panel 1: Levi & Deden lari ke sekolah, kelihatan panik.
Levi (terengah-engah): "Deden, cepet! Kita telat lagi!"
Deden (noleh ke belakang): "Santai, Levi… eh, tapi jangan nabrak orang lagi ya!"

Panel 2: Levi nabrak Maya, buku Maya berserakan.
Maya (teriak kaget): "Ah! Apa-apaan ini?!"

Panel 3: Karin buru-buru datang membantu Maya berdiri.
Karin: "Maya, kamu nggak apa-apa? Santai aja."
Maya (masih marah, menatap Levi): "Levi! Kamu seenaknya banget sih!"

Panel 4: Levi, panik dan minta maaf.
Levi: "Maaf, maaf! Aku nggak sengaja!"
Deden (sambil garuk kepala, kikuk): "Ini semua salah aku juga… kan kita lari bareng."

Panel 5: Maya masih kesal tapi mulai tenang.
Maya: "Huh… kalian benar-benar nggak bisa diandalkan ya."
Karin (senyum tipis): "Ya, tapi setidaknya kita semua sampai sekolah… hidup-hidup."
—— fin ——
Découvrir Plus d'histoires Ou commencer À créer la vôtre!

ribut jadi cinta Panel 1: Levi & Deden lari ke sekolah, kelihatan panik. Levi (terengah-engah): "Deden, cepet! Kita telat lagi!" Deden (noleh ke belakang): "Santai, Levi… eh, tapi jangan nabrak orang lagi ya!" Panel 2: Levi nabrak Maya, buku Maya berserakan. Maya (teriak kaget): "Ah! Apa-apaan ini?!" Panel 3: Karin buru-buru datang membantu Maya berdiri. Karin: "Maya, kamu nggak apa-apa? Santai aja." Maya (masih marah, menatap Levi): "Levi! Kamu seenaknya banget sih!" Panel 4: Levi, panik dan minta maaf. Levi: "Maaf, maaf! Aku nggak sengaja!" Deden (sambil garuk kepala, kikuk): "Ini semua salah aku juga… kan kita lari bareng." Panel 5: Maya masih kesal tapi mulai tenang. Maya: "Huh… kalian benar-benar nggak bisa diandalkan ya." Karin (senyum tipis): "Ya, tapi setidaknya kita semua sampai sekolah… hidup-hidup."

4 months ago

0
    En ligne