AI 아트: JUDUL : KAU MILIKKU SINOPSIS : Karina menjalani hidup remajanya dengan bahagia bersama pacarnya, Raka, dan dua sahabatnya, Feli dan Tito. Namun, ketenangannya hancur ketika pesan-pesan misterius dari sosok tak dikenal mulai berdatangan-mengaku mencintainya, lalu berubah menjadi ancaman. Teror semakin nyata, membuat orang-orang di sekitarnya menjauh. Saat terungkap bahwa Farel menyukai Karina karena mengira bahwa Karina menyukai farel. Dan Karina mengira semuanya akan berakhir. Tapi obsesinya ternyata tak semudah itu padam. --- ADEGAN 1 – KEBERSAMAAN YANG TENANG (Di sebuah kafe, karina, raka,feli dan tito duduk bersama, tertawa dan mengobrol. Musik lembut mengalun, suasana nyaman.) Feli : (tertawa) “Serius, kamu nggak bisa jawab soal segampang itu, raka?” Raka:(mengerutkan dahi) “Hei! Itu jebakan. Lagipula, aku nggak sekeren tito kalau urusan pelajaran.” Tito: (mengangkat bahu) “Itu namanya banyak latihan.” Karina: (tersenyum, menggenggam tangan raka) “Yang penting kamu tetap pacar aku.” (Raka tersenyum, menatap karina penuh cinta. Suasana terasa damai. --- ADEGAN 2 – TEROR PERTAMA (Malam hari. Karina berada di kamarnya, sibuk mengerjakan tugas. Ponselnya bergetar.) Pesan Misterius: "Aku selalu memperhatikanmu." (Karina mengernyit, mengira ini hanya spam. Ia mengabaikannya.) (Beberapa detik kemudian, pesan lain masuk.) Pesan Misterius: "Raka bukan orang yang tepat untukmu." Karina: (bergumam, mengerutkan dahi) “Apa-apaan ini?” (Ia mulai merasa tidak nyaman, tetapi mencoba mengabaikannya. Ia meletakkan ponselnya dan kembali belajar.) (Tiba-tiba, suara ketukan halus terdengar dari jendela.) (Karina menoleh, menahan napas. Tidak ada siapa-siapa.) (Ponselnya bergetar lagi. Dengan enggan, ia mengambilnya.) Pesan Misterius: "Kau milikku. Hanya milikku." (Karina menjatuhkan ponselnya, jantungnya berdetak kencang.) --- ADEGAN 3 – raka MENDAPATKAN TEROR (Raka keluar dari sekolah, menuju parkiran motor. Ia terkejut melihat bannya kempis.) Raka :(mendecak) “Sial, siapa yang iseng?” (Ia berjongkok, menyentuh bannya. Matanya menangkap sesuatu yang aneh di bawah motornya—sebuah foto.) (Ia mengambilnya. Foto itu adalah gambar dirinya dan karina tetapi wajah Rakadicoret dengan tinta merah.) Raka: (bergumam, waspada) “Apa-apaan ini?” (Tiba-tiba, ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk.) Pesan Misterius: "Menjauhlah dari karinai, atau sesuatu yang buruk akan terjadi." (Raka merasakan bulu kuduknya berdiri. Ia menoleh ke sekeliling, tetapi tidak ada siapa-siapa.) --- ADEGAN 4 – KEBERANIAN feli & tito (Feli dan tito sedang duduk di kantin sekolah, mendiskusikan kejadian aneh yang dialami Feli dan raka.) Feli(berbisik, khawatir) “Kita nggak bisa diam saja, tito . Karinaketakutan, dan sekarang raka juga kena.” Tito: (mengangguk) “Aku coba lacak nomor yang kirim pesan itu. Mungkin ada jejak digitalnya.” (Tiba-tiba, Feli menegang. Ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya—beberapa foto Karina yang diambil dari kejauhan.) Feli (suara gemetar) “Ini ada di kamar aku tadi pagi. Aku nggak tahu siapa yang menaruhnya…” (Tito mengepalkan tangan, merasa marah.) Tito: “Ini udah keterlaluan. Kita harus cari tahu siapa yang melakukan ini.” (Mereka saling bertukar pandang, tekad mulai tumbuh.) --- ADEGAN 5 – TEROR MEMUNCAK (Karina membuka lokernya di sekolah. Matanya melebar saat melihat sebuah boneka kecil tergantung di dalamnya, wajahnya tercoret tinta merah.) (Ia meraih boneka itu dengan tangan gemetar. Di bawahnya, ada secarik kertas bertuliskan:) "Aku selalu tahu di mana kau berada." (Karina merasa kakinya melemas. Ia buru-buru menutup lokernya, berlari mencari feli dan tito.) --- ADEGAN 6 – KEBERANIAN YANG TERLAMBAT (Malam itu, Karina mengunci pintu kamarnya. Ia duduk di tempat tidur, mencoba menenangkan diri.) (Ponselnya kembali bergetar.) Pesan Misterius: "Aku sudah dekat." (Ketukan pelan terdengar di jendelanya. Karina menutup mulutnya dengan tangan, berusaha tidak berteriak.) (Ia menoleh perlahan. Sosok seseorang berdiri di luar, menatapnya.) (Karina buru-buru mengambil ponselnya, menelepon raka) Raka: (mengangkat dengan suara panik) “Karina aku di luar rumahmu! Jangan buka pintu untuk siapa pun!” Karina : (berbisik, ketakutan) “Tapi… dia ada di jendela…” Raka: (suara tercekat) “Apa?” (Tiba-tiba, suara langkah terdengar dari dalam rumahnya. Lampu kamarnya berkedip sebelum mati.) (Pintu kamarnya berderit terbuka perlahan.) Suara farel: (berbisik, penuh obsesi) “Sudah waktunya kita bersama, karina.” (Karina berbalik dan menjerit.) ADEGAN 7 – HILANGNYA KARINA

생성자 fluffy puppy

콘텐츠 세부 정보

미디어 정보

사용자 상호작용

이 AI 작품에 대하여

설명

창작 프롬프트

참여

fluffy puppy

fluffy puppy

JUDUL : KAU MILIKKU

SINOPSIS : Karina menjalani hidup remajanya dengan bahagia bersama pacarnya, Raka, dan dua sahabatnya, Feli dan Tito. Namun, ketenangannya hancur ketika pesan-pesan misterius dari sosok tak dikenal mulai berdatangan-mengaku mencintainya, lalu berubah menjadi ancaman. Teror semakin nyata, membuat orang-orang di sekitarnya menjauh. Saat terungkap bahwa Farel menyukai Karina karena mengira bahwa Karina menyukai farel. Dan Karina mengira semuanya akan berakhir. Tapi obsesinya ternyata tak semudah itu padam.

---

ADEGAN 1 – KEBERSAMAAN YANG TENANG

(Di sebuah kafe, karina, raka,feli dan tito duduk bersama, tertawa dan mengobrol. Musik lembut mengalun, suasana nyaman.)

Feli : (tertawa) “Serius, kamu nggak bisa jawab soal segampang itu, raka?”

Raka:(mengerutkan dahi) “Hei! Itu jebakan. Lagipula, aku nggak sekeren tito kalau urusan pelajaran.”

Tito: (mengangkat bahu) “Itu namanya banyak latihan.”

Karina: (tersenyum, menggenggam tangan raka) “Yang penting kamu tetap pacar aku.”

(Raka tersenyum, menatap karina penuh cinta. Suasana terasa damai.


---

ADEGAN 2 – TEROR PERTAMA

(Malam hari. Karina berada di kamarnya, sibuk mengerjakan tugas. Ponselnya bergetar.)

Pesan Misterius:
"Aku selalu memperhatikanmu."

(Karina mengernyit, mengira ini hanya spam. Ia mengabaikannya.)

(Beberapa detik kemudian, pesan lain masuk.)

Pesan Misterius:
"Raka bukan orang yang tepat untukmu."

Karina: (bergumam, mengerutkan dahi) “Apa-apaan ini?”

(Ia mulai merasa tidak nyaman, tetapi mencoba mengabaikannya. Ia meletakkan ponselnya dan kembali belajar.)

(Tiba-tiba, suara ketukan halus terdengar dari jendela.)

(Karina menoleh, menahan napas. Tidak ada siapa-siapa.)

(Ponselnya bergetar lagi. Dengan enggan, ia mengambilnya.)

Pesan Misterius:
"Kau milikku. Hanya milikku."

(Karina menjatuhkan ponselnya, jantungnya berdetak kencang.)


---

ADEGAN 3 – raka MENDAPATKAN TEROR

(Raka keluar dari sekolah, menuju parkiran motor. Ia terkejut melihat bannya kempis.)

Raka :(mendecak) “Sial, siapa yang iseng?”

(Ia berjongkok, menyentuh bannya. Matanya menangkap sesuatu yang aneh di bawah motornya—sebuah foto.)

(Ia mengambilnya. Foto itu adalah gambar dirinya dan karina tetapi wajah Rakadicoret dengan tinta merah.)

Raka: (bergumam, waspada) “Apa-apaan ini?”

(Tiba-tiba, ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk.)

Pesan Misterius:
"Menjauhlah dari karinai, atau sesuatu yang buruk akan terjadi."

(Raka merasakan bulu kuduknya berdiri. Ia menoleh ke sekeliling, tetapi tidak ada siapa-siapa.)


---

ADEGAN 4 – KEBERANIAN feli & tito

(Feli dan tito sedang duduk di kantin sekolah, mendiskusikan kejadian aneh yang dialami Feli dan raka.)

Feli(berbisik, khawatir) “Kita nggak bisa diam saja, tito . Karinaketakutan, dan sekarang raka juga kena.”

Tito: (mengangguk) “Aku coba lacak nomor yang kirim pesan itu. Mungkin ada jejak digitalnya.”

(Tiba-tiba, Feli menegang. Ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya—beberapa foto Karina yang diambil dari kejauhan.)

Feli (suara gemetar) “Ini ada di kamar aku tadi pagi. Aku nggak tahu siapa yang menaruhnya…”

(Tito mengepalkan tangan, merasa marah.)
Tito: “Ini udah keterlaluan. Kita harus cari tahu siapa yang melakukan ini.”

(Mereka saling bertukar pandang, tekad mulai tumbuh.)


---

ADEGAN 5 – TEROR MEMUNCAK

(Karina membuka lokernya di sekolah. Matanya melebar saat melihat sebuah boneka kecil tergantung di dalamnya, wajahnya tercoret tinta merah.)

(Ia meraih boneka itu dengan tangan gemetar. Di bawahnya, ada secarik kertas bertuliskan:)

"Aku selalu tahu di mana kau berada."

(Karina merasa kakinya melemas. Ia buru-buru menutup lokernya, berlari mencari feli dan tito.)


---

ADEGAN 6 – KEBERANIAN YANG TERLAMBAT

(Malam itu, Karina mengunci pintu kamarnya. Ia duduk di tempat tidur, mencoba menenangkan diri.)

(Ponselnya kembali bergetar.)

Pesan Misterius:
"Aku sudah dekat."

(Ketukan pelan terdengar di jendelanya. Karina menutup mulutnya dengan tangan, berusaha tidak berteriak.)

(Ia menoleh perlahan. Sosok seseorang berdiri di luar, menatapnya.)

(Karina buru-buru mengambil ponselnya, menelepon raka)

Raka: (mengangkat dengan suara panik) “Karina aku di luar rumahmu! Jangan buka pintu untuk siapa pun!”

Karina : (berbisik, ketakutan) “Tapi… dia ada di jendela…”

Raka: (suara tercekat) “Apa?”

(Tiba-tiba, suara langkah terdengar dari dalam rumahnya. Lampu kamarnya berkedip sebelum mati.)

(Pintu kamarnya berderit terbuka perlahan.)

Suara farel: (berbisik, penuh obsesi) “Sudah waktunya kita bersama, karina.”

(Karina berbalik dan menjerit.)




ADEGAN 7 – HILANGNYA KARINA
—— 끝 ——

JUDUL : KAU MILIKKU SINOPSIS : Karina menjalani hidup remajanya dengan bahagia bersama pacarnya, Raka, dan dua sahabatnya, Feli dan Tito. Namun, ketenangannya hancur ketika pesan-pesan misterius dari sosok tak dikenal mulai berdatangan-mengaku mencintainya, lalu berubah menjadi ancaman. Teror semakin nyata, membuat orang-orang di sekitarnya menjauh. Saat terungkap bahwa Farel menyukai Karina karena mengira bahwa Karina menyukai farel. Dan Karina mengira semuanya akan berakhir. Tapi obsesinya ternyata tak semudah itu padam. --- ADEGAN 1 – KEBERSAMAAN YANG TENANG (Di sebuah kafe, karina, raka,feli dan tito duduk bersama, tertawa dan mengobrol. Musik lembut mengalun, suasana nyaman.) Feli : (tertawa) “Serius, kamu nggak bisa jawab soal segampang itu, raka?” Raka:(mengerutkan dahi) “Hei! Itu jebakan. Lagipula, aku nggak sekeren tito kalau urusan pelajaran.” Tito: (mengangkat bahu) “Itu namanya banyak latihan.” Karina: (tersenyum, menggenggam tangan raka) “Yang penting kamu tetap pacar aku.” (Raka tersenyum, menatap karina penuh cinta. Suasana terasa damai. --- ADEGAN 2 – TEROR PERTAMA (Malam hari. Karina berada di kamarnya, sibuk mengerjakan tugas. Ponselnya bergetar.) Pesan Misterius: "Aku selalu memperhatikanmu." (Karina mengernyit, mengira ini hanya spam. Ia mengabaikannya.) (Beberapa detik kemudian, pesan lain masuk.) Pesan Misterius: "Raka bukan orang yang tepat untukmu." Karina: (bergumam, mengerutkan dahi) “Apa-apaan ini?” (Ia mulai merasa tidak nyaman, tetapi mencoba mengabaikannya. Ia meletakkan ponselnya dan kembali belajar.) (Tiba-tiba, suara ketukan halus terdengar dari jendela.) (Karina menoleh, menahan napas. Tidak ada siapa-siapa.) (Ponselnya bergetar lagi. Dengan enggan, ia mengambilnya.) Pesan Misterius: "Kau milikku. Hanya milikku." (Karina menjatuhkan ponselnya, jantungnya berdetak kencang.) --- ADEGAN 3 – raka MENDAPATKAN TEROR (Raka keluar dari sekolah, menuju parkiran motor. Ia terkejut melihat bannya kempis.) Raka :(mendecak) “Sial, siapa yang iseng?” (Ia berjongkok, menyentuh bannya. Matanya menangkap sesuatu yang aneh di bawah motornya—sebuah foto.) (Ia mengambilnya. Foto itu adalah gambar dirinya dan karina tetapi wajah Rakadicoret dengan tinta merah.) Raka: (bergumam, waspada) “Apa-apaan ini?” (Tiba-tiba, ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk.) Pesan Misterius: "Menjauhlah dari karinai, atau sesuatu yang buruk akan terjadi." (Raka merasakan bulu kuduknya berdiri. Ia menoleh ke sekeliling, tetapi tidak ada siapa-siapa.) --- ADEGAN 4 – KEBERANIAN feli & tito (Feli dan tito sedang duduk di kantin sekolah, mendiskusikan kejadian aneh yang dialami Feli dan raka.) Feli(berbisik, khawatir) “Kita nggak bisa diam saja, tito . Karinaketakutan, dan sekarang raka juga kena.” Tito: (mengangguk) “Aku coba lacak nomor yang kirim pesan itu. Mungkin ada jejak digitalnya.” (Tiba-tiba, Feli menegang. Ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya—beberapa foto Karina yang diambil dari kejauhan.) Feli (suara gemetar) “Ini ada di kamar aku tadi pagi. Aku nggak tahu siapa yang menaruhnya…” (Tito mengepalkan tangan, merasa marah.) Tito: “Ini udah keterlaluan. Kita harus cari tahu siapa yang melakukan ini.” (Mereka saling bertukar pandang, tekad mulai tumbuh.) --- ADEGAN 5 – TEROR MEMUNCAK (Karina membuka lokernya di sekolah. Matanya melebar saat melihat sebuah boneka kecil tergantung di dalamnya, wajahnya tercoret tinta merah.) (Ia meraih boneka itu dengan tangan gemetar. Di bawahnya, ada secarik kertas bertuliskan:) "Aku selalu tahu di mana kau berada." (Karina merasa kakinya melemas. Ia buru-buru menutup lokernya, berlari mencari feli dan tito.) --- ADEGAN 6 – KEBERANIAN YANG TERLAMBAT (Malam itu, Karina mengunci pintu kamarnya. Ia duduk di tempat tidur, mencoba menenangkan diri.) (Ponselnya kembali bergetar.) Pesan Misterius: "Aku sudah dekat." (Ketukan pelan terdengar di jendelanya. Karina menutup mulutnya dengan tangan, berusaha tidak berteriak.) (Ia menoleh perlahan. Sosok seseorang berdiri di luar, menatapnya.) (Karina buru-buru mengambil ponselnya, menelepon raka) Raka: (mengangkat dengan suara panik) “Karina aku di luar rumahmu! Jangan buka pintu untuk siapa pun!” Karina : (berbisik, ketakutan) “Tapi… dia ada di jendela…” Raka: (suara tercekat) “Apa?” (Tiba-tiba, suara langkah terdengar dari dalam rumahnya. Lampu kamarnya berkedip sebelum mati.) (Pintu kamarnya berderit terbuka perlahan.) Suara farel: (berbisik, penuh obsesi) “Sudah waktunya kita bersama, karina.” (Karina berbalik dan menjerit.) ADEGAN 7 – HILANGNYA KARINA

#OC

10 months ago

0
    온라인 상태