Bintang 🌟

Bintang 🌟

Di puncak gunung bersalju, seorang pemuda kurus membersihkan bilah pedang yang berkarat. Lin Xian menatap retakan di tengah pedang itu — pedang yang tak pernah bersinar selama seratus tahun. “Semua senjata di sini mati… seperti aku.” Saat tangannya terluka oleh bilah itu, setetes darah jatuh ke logam dingin. ZRAAK! Cahaya emas meledak, langit berguncang, dan seluruh sekte tua bergema oleh suara kuno: “Kau akhirnya kembali, Penguasa Senjata.” Dalam sekejap, ribuan bayangan senjata muncul di udara — pedang, tombak, busur, sabit, dan cambuk — semuanya bergetar seakan memberi hormat. Di bawah gunung es abadi, sebuah pedang retak terpendam, memancarkan cahaya redup. Lin Xian, pemuda kurus dengan jubah abu-abu lusuh, mengusap bilahnya dengan hati-hati. “Aneh… kenapa pedang tua ini terasa… hidup?” Saat darahnya menetes ke bilah itu, langit mendadak bergetar. Suara dari masa lalu bergema di kepalanya: “Kau akhirnya kembali, Penguasa Senjata.” Di bawah gunung es abadi, sebuah pedang retak terpendam, memancarkan cahaya redup. Lin Xian, pemuda kurus dengan jubah abu-abu lusuh, mengusap bilahnya dengan hati-hati. “Aneh… kenapa pedang tua ini terasa… hidup?” Saat darahnya menetes ke bilah itu, langit mendadak bergetar. Suara dari masa lalu bergema di kepalanya: “Kau akhirnya kembali, Penguasa Senjata.” Lin Xian terjatuh, kepalanya dipenuhi ingatan yang bukan miliknya… perang antar dunia, bintang runtuh, darah para dewa… Dan suara yang dingin berbisik dari dalam jiwanya: “Cari kembali sembilan inti senjatamu, dan kuasai seribu dunia sekali lagi.”

0 Followers
0 Following
    联网